Ahlan wa sahlan !

Ahlan wa sahlan...
TIKmawar adalah blog TIK untuk guru dan siswa yang ingin memahami teknologi secara logis, praktis, dan menyenangkan. Bareng Bu Mawar, kita akan belajar TIK tidak hanya klik-klik, tetapi juga memahami maksudnya .

Struktur Data Tree

 Apa itu Struktur Data Tree?
Tree (pohon) adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan dan mengatur data dalam bentuk hierarki (bertingkat). Setiap data saling berhubungan seperti cabang pada pohon
Berbeda dengan list yang tersusun lurus, tree memiliki percabangan sehingga lebih mudah digunakan untuk menggambarkan hubungan antara induk dan anak.


Ciri-ciri Tree
Memiliki satu titik awal yang disebut Root (akar).
Setiap data (node) dapat memiliki satu atau lebih Child (anak).
Setiap anak hanya memiliki satu Parent (induk).
Tidak membentuk lingkaran (loop).
Memiliki tingkat atau Level.


Contoh :
Tree pada Windows Explorer
This PC

├── Local Disk (C:)
│   ├── Program Files
│   ├── Users
│   │   ├── Guru
│   │   │   ├── Documents
│   │   │   ├── Pictures
│   │   │   └── Downloads
│   │
│   └── Windows

└── Local Disk (D:)
    ├── Materi TIK
    │   ├── Kelas 7
    │   ├── Kelas 8
    │   └── Kelas 9
    │
    └── Video
Penjelasan
This PC merupakan Root.
Local Disk C: dan Local Disk D: merupakan Child.
Folder Users, Program Files, dan Windows merupakan Child dari Local Disk C:.
Folder Downloads, Pictures, dan Documents merupakan Child dari folder Guru.
Inilah alasan di Windows terdapat ikon panah ▶ atau ▼ di samping folder. Saat diklik, cabang tree akan terbuka atau tertutup.

Mengapa Tree Digunakan?

Tree digunakan karena mampu mengatur data yang banyak agar tetap rapi dan mudah dicari.

Contohnya:

  • Struktur organisasi sekolah
  • Struktur kelas
  • Struktur kepengurusan OSPI/OSIS
  • Silsilah keluarga
  • Folder dan file di komputer
  • Menu aplikasi
  • Kategori produk pada toko online
  • Struktur halaman website
Kelebihan Struktur Tree
Data tersusun rapi dan mudah dipahami.
Memudahkan pencarian data.
Mudah menambahkan cabang baru.
Cocok untuk menggambarkan hubungan bertingkat.

Kekurangan Struktur Tree
Membutuhkan perencanaan agar hierarki tidak membingungkan.
Jika struktur terlalu dalam, pencarian secara manual bisa menjadi lebih lama.
Perubahan pada tingkat atas dapat memengaruhi banyak cabang di bawahnya.

Mengenal Draw.io

draw.io (diagrams.net) adalah aplikasi untuk membuat berbagai jenis diagram, seperti:

  • Flowchart
  • Mind Map
  • Struktur Organisasi
  • Struktur Data Tree
  • Diagram Jaringan Komputer
  • UML

Kelebihan draw.io

  • Gratis.
  • Mudah digunakan.
  • Bisa dijalankan secara online maupun offline.
  • Banyak pilihan bentuk (shape).
Membuat Dokumen Baru
  • Buka draw.io.
  • Pilih Create New Diagram.
  • Pilih Blank Diagram.
  • Klik Create.

  • Membuat Node Tree

    Node adalah titik atau simpul pada tree.

    Langkah-langkah :

    1. Cari Rectangle di panel kiri.
    2. Drag (seret) ke area kerja.
    3. Klik dua kali pada kotak.
    4. Ketik nama node.

    Menghubungkan node dengan Connector, caranya:

    • Arahkan mouse ke kotak.
    • Akan muncul panah biru.
    • Tarik ke kotak berikutnya.





    Mengenal Tampilan Desktop Windows

     Apa Itu Desktop?

    Desktop adalah tampilan utama Windows yang muncul setelah komputer selesai melakukan booting.

    Desktop merupakan tempat pengguna memulai berbagai aktivitas pada komputer.

    Desktop biasanya terdiri atas beberapa bagian.



    1. Wallpaper

    Wallpaper adalah gambar latar belakang Desktop. Wallpaper dapat diganti sesuai keinginan pengguna.

    2. Ikon (Icon)

    Ikon adalah gambar kecil yang mewakili aplikasi, folder, atau file.

    Contoh ikon:

    • This PC
    • Recycle Bin
    • Microsoft Word
    • Google Chrome

    3. Taskbar

    Taskbar berada di bagian bawah layar.

    Fungsinya:

    • Menampilkan aplikasi yang sedang dibuka.
    • Membuka Start Menu.
    • Menampilkan jam dan tanggal.
    • Menampilkan status jaringan dan suara.

    4. Start Menu

    Start Menu digunakan untuk membuka aplikasi, melakukan pencarian, membuka pengaturan, dan mematikan komputer.

    5. Shortcut

    Shortcut adalah ikon khusus yang berfungsi sebagai jalan pintas menuju program, file, atau folder yang sebenarnya.

    Shortcut hanya berupa "penghubung", bukan file aslinya.

    Misalnya:

    Google Chrome sebenarnya berada di folder Program Files.

    Agar mudah dibuka, Windows membuat shortcut Google Chrome di Desktop.

    Ketika shortcut dihapus, aplikasi Google Chrome tetap terpasang di komputer.


    Mengatur Desktop

    Desktop dapat diatur agar lebih rapi dan mudah digunakan.

    - Mengubah Wallpaper

    Langkah-langkah:

    • Klik kanan pada Desktop.
    • Pilih Personalize.
    • Klik Background.
    • Pilih gambar yang diinginkan.
    • Klik Apply.
    • Mengatur Ukuran Ikon
    • Klik kanan Desktop.
    • Pilih View.

    - Mengatur Ukuran Ikon

    Klik kanan Desktop. Pilih View.

    Pilih:

    • Large Icons
    • Medium Icons
    • Small Icons

    - Menampilkan atau Menyembunyikan Ikon

    Klik kanan Desktop → View → centang atau hilangkan Show Desktop Icons.

    Computational Thinking Dengan Analogi Membuat Kue

    Bayangkan kita mau buat kue yang super lezat. Kalau langsung asal campur bahan, bisa-bisa kuenya gagal total. Nah, biar hasilnya antigagal, kita bisa pakai Computational Thinking! Tenang, ini bukan berarti kita harus jadi komputer, melainkan cara berpikir yang terstruktur.



    Ada 4 pilar utama yang bakal kita pakai:

    1. Dekomposisi (Memecah Masalah)

    Konsep: Membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan.

    Kalau melihat tugas "membuat kue", rasanya pasti ribet banget. Nah, lewat dekomposisi, kita pecah prosesnya jadi beberapa sub-tugas:

    • Menyiapkan bahan dan alat.
    • Membuat adonan.
    • Memanggang kue di oven.
    • Menghias kue (decorating).

    2. Pengenalan Pola (Melihat Kesamaan)

    Konsep: Mencari kesamaan atau tren dari pengalaman sebelumnya.

    • Pernah bikin donat atau bolu sebelumnya? Di sini kita pakai ingatan itu!
    • Kita tahu kalau hampir semua kue itu strukturnya mirip: butuh tepung, telur, dan gula.
    • Kita juga tahu polanya kalau kue dipanggang kelamaan, pasti bakal gosong.
    • Karena sudah tahu pola-pola ini, kita jadi bisa mengantisipasi dan memperkirakan langkah dengan lebih baik.

    3. Abstraksi (Fokus pada yang Penting Saja)

    Konsep: Mengabaikan detail yang tidak penting dan fokus pada info yang krusial.

    • Saat membaca buku resep, kadang ada cerita sejarah tentang kue tersebut atau tips memilih merk oven tertentu. Nah, lewat abstraksi, kita filter itu semua.
    • Info penting yang diambil: Suhu oven harus 180 derajat celcius dan dipanggang selama 30 menit.

    • Info yang diabaikan: Sejarah asal-usul kue cokelat dari benua Eropa. Kita tidak butuh sejarah itu sekarang karena fokus kita adalah membuat kuenya berhasil matang!

    4. Algoritma (Langkah-Langkah yang Urut)

    Konsep: Menyusun instruksi langkah demi langkah secara logis dan berurutan.

    Ini adalah bagian mengeksekusi resep. Semua langkah harus urut dari awal sampai akhir (seperti flowchart), tidak boleh acak:

    • Panaskan oven terlebih dahulu.
    • Kocok mentega dan gula sampai mengembang.
    • Masukkan telur satu per satu.
    • Campurkan tepung terigu secara perlahan.
    • Tuang adonan ke loyang.
    • Panggang selama 30 menit.
    • Keluarkan, dinginkan, dan hias kue.

    Bayangkan kalau algoritmanya keliru, misalnya menghias kue dulu baru dipanggang? Wah, bisa meleleh semua nanti dekorasinya!


    Kesimpulannya:

    Computational Thinking itu sebetulnya sudah sering kita lakukan di kehidupan sehari-hari, salah satunya saat bikin kue. Dengan berpikir terstruktur seperti ini, masalah serumit apa pun (termasuk coding atau pelajaran sekolah lainnya) bakal terasa jauh lebih mudah diselesaikan.