"Kenapa sih setiap bahasa pemrograman punya aturan berbeda? Kenapa bahasa C harus pakai ;, sedangkan Python tidak?"
Jika dipikir-pikir, semuanya sama-sama bahasa untuk komputer. Kenapa tidak dibuat satu aturan saja?
Jawabannya se-simple Bahasa pemrograman tidak jauh berbeda dengan bahasa manusia.
Masih bingung? yuk, kita bahasa bareng Bu Mawar !
Bahasa Pemrograman Punya Tata Bahasa Sendiri
Manusia berkomunikasi menggunakan bahasa yang berbeda di tiap wilayah : Setiap bahasa memiliki aturan masing-masing.
Contohnya:
Bahasa Indonesia:
Saya makan nasi.
Bahasa Inggris:
I eat rice.
Bahasa Arab:
أَنَا آكُلُ الأَرُزَّ
Meskipun artinya sama, susunan dan aturan penulisannya berbeda.
Bahasa pemrograman juga demikian. Setiap bahasa memiliki aturan penulisan yang disebut syntax.
Syntax adalah tata cara menulis kode agar komputer memahami instruksi yang diberikan.
Komputer tidak menebak maksud kita. Ia membaca aturan secara sangat ketat.
Mengapa Bahasa C Menggunakan Titik Koma (;)?
Dalam bahasa C, tanda titik koma (;) digunakan sebagai penanda bahwa sebuah perintah telah selesai.
Contoh:
Komputer membaca:
-
int umur = 15; → selesai
-
printf("Halo"); → perintah baru
Titik koma berfungsi seperti tanda berhenti.
Bayangkan guru memberi instruksi: Tulis nama. Kerjakan soal. Kumpulkan tugas.
Setiap titik menandakan instruksi baru.
Sekarang bayangkan tanpa pemisah: Tulis nama kerjakan soal kumpulkan tugas
Mulai terasa membingungkan. Komputer juga mengalami hal serupa.
Jika titik koma dihilangkan:
sering muncul pesan:
Artinya: Komputer menunggu tanda bahwa perintah sebelumnya sudah selesai.
Kenapa Python Tidak Wajib Menggunakan ;?
Python memilih cara yang berbeda.
Contoh:
Python menggunakan:
-
pergantian baris
-
indentasi (spasi di awal)
untuk menentukan struktur program.
Ketika pindah baris, Python memahami:
"Instruksi sebelumnya sudah selesai."
Karena itu titik koma biasanya tidak diperlukan.
Jadi Kenapa Aturannya Tidak Disamakan?
Ada beberapa alasan.
1. Dibuat oleh orang yang berbeda
Bahasa pemrograman tidak dibuat oleh satu tim besar yang menyepakati aturan universal.
Contohnya:
-
C dibuat oleh Dennis Ritchie
-
Python dibuat oleh Guido van Rossum
-
Java dibuat oleh James Gosling
Masing-masing memiliki cara berpikir dan tujuan yang berbeda.
2. Setiap bahasa memiliki tujuan berbeda
Bahasa C dibuat untuk dekat dengan mesin dan efisien.
Python dibuat agar mudah dibaca manusia.
Java dibuat agar bisa digunakan di berbagai sistem.
Tujuan berbeda membuat desain bahasanya juga berbeda.
3. Bahasa pemrograman terus berkembang
Bahasa baru sering lahir karena ingin memperbaiki kekurangan bahasa sebelumnya.
Mirip perkembangan alat transportasi:
-
sepeda
-
motor
-
mobil
-
mobil listrik
Semuanya dipakai untuk berpindah tempat, tetapi cara kerjanya berbeda.
Banyak pemula mencoba menghafal aturan:
"Bahasa C harus pakai ;."
Padahal yang lebih penting adalah memahami alasannya.
Saat memahami fungsi titik koma sebagai penanda akhir instruksi, aturan itu tidak lagi terasa sebagai hafalan, tetapi menjadi sesuatu yang logis.
Dalam pemrograman, memahami konsep sering lebih penting daripada sekadar mengingat simbol.
Karena satu karakter kecil seperti ; ternyata bisa menentukan apakah program berjalan atau gagal.