Ahlan wa sahlan !

Ahlan wa sahlan...
TIKmawar adalah blog TIK untuk guru dan siswa yang ingin memahami teknologi secara logis, praktis, dan menyenangkan. Bareng Bu Mawar, kita akan belajar TIK tidak hanya klik-klik, tetapi juga memahami maksudnya .

Formula dan Rumus, Apakah Sama?

Di dunia Excel, kata formula sering dipakai sebagai istilah bahasa Inggris dari rumus.

Jadi:

Formula = Rumus

Contoh:

"Masukkan formula berikut..."

artinya:

"Masukkan rumus berikut..."

Karena itu guru kadang mengatakan formula IF, sedangkan buku lain menulis rumus IF.

Keduanya masih dianggap benar.

Apakah IF Termasuk Coding? Belum sepenuhnya.

Menulis:

=IF(B2>=90;"Rajin";"Kurang Rajin")

lebih tepat disebut membuat rumus Excel, bukan coding penuh.

Namun konsepnya sudah mirip logika pemrograman.

Karena IF juga dipakai di bahasa pemrograman:

Bahasa C:

if(nilai>=90){

printf("Rajin");

}

else{

printf("Kurang Rajin");

}

Terlihat mirip, bukan?

Sama-sama memiliki:

  • kondisi
  • keputusan
  • hasil

Bedanya, Excel lebih sederhana karena sudah disediakan bentuknya.

Lalu Apa Itu Program?

Program adalah sekumpulan perintah yang disusun agar komputer melakukan tugas tertentu.

Contoh:

  • aplikasi kalkulator
  • game
  • aplikasi kasir
  • WhatsApp
  • browser

Program biasanya dibuat menggunakan bahasa pemrograman seperti:

  • C
  • Python
  • Java
  • JavaScript

Jadi program lebih besar daripada sekadar satu rumus.


Ringkasan Singkat

• Fungsi → perintah bawaan (IF, SUM, MAX)

• Rumus/Formula → penulisan lengkap dalam Excel

• Coding → menulis logika menggunakan bahasa pemrograman

• Program → kumpulan perintah menjadi aplikasi

Sekarang jika ada yang bertanya:

"=IF(B2>=90;"Rajin";"Kurang Rajin") itu apa?"

Jawaban yang paling tepat:

"Itu adalah rumus IF yang menggunakan fungsi IF di Excel."

Mengolah Slide Pada PowerPoint

Saat klik kanan pada slide, akan muncul beberapa menu untuk mengatur tampilan dan susunan slide. Berikut yang sering digunakan:


Layout (Tata Letak)

Digunakan untuk mengubah susunan isi pada slide.

Contoh pilihan layout:

  • Title Slide → judul dan subjudul
  • Title and Content → judul dan isi
  • Two Content → dua bagian isi
  • Blank → slide kosong

Contoh:

Jika awalnya slide hanya berisi judul, kita bisa mengubahnya menjadi slide dengan judul dan gambar.

Section (Bagian/Kelompok Slide)

Digunakan untuk mengelompokkan beberapa slide menjadi bagian tertentu agar lebih rapi.

Contoh:

Presentasi "Tata Surya":

  • Section 1: Pendahuluan
  • Section 2: Planet
  • Section 3: Kesimpulan

Fungsinya membantu saat presentasi memiliki banyak slide.

Format Background (Mengatur Latar Belakang)

Digunakan untuk mengubah tampilan latar slide.

Yang bisa diubah:

  • Warna background
  • Gradasi warna
  • Gambar latar
  • Tekstur atau pola

Contoh:

Presentasi tentang laut dapat menggunakan background warna biru agar lebih sesuai tema.

 Mengolah Slide di PowerPoint

  1. Insert Slide (Menambah Slide)
    Digunakan untuk menambahkan slide baru ke dalam presentasi.
    Fungsinya agar kita bisa membuat halaman tambahan untuk materi berikutnya.

    Contoh:
    Slide 1 berisi judul, lalu menambahkan Insert Slide untuk membuat Slide 2 berisi materi.

  2. Delete Slide (Menghapus Slide)
    Digunakan untuk menghapus slide yang tidak diperlukan.

    Contoh:
    Jika ada slide yang salah atau kosong, slide tersebut bisa dihapus agar presentasi lebih rapi.

  3. Duplicate Slide (Menggandakan Slide)
    Digunakan untuk membuat salinan slide yang sama persis tanpa membuat ulang dari awal.

    Contoh:
    Jika desain Slide 2 sudah bagus dan ingin membuat Slide 3 dengan bentuk yang sama, gunakan Duplicate Slide lalu ubah isi materinya.

Cara mudah mengingat:

  • Insert = tambah
  • Delete = hapus
  • Duplicate = salin/gandakan

Mengenal Slide Di PowerPoint

 Pada Word ada page, pada Excel adan worksheet. Kenapa di PowerPoint disebutnya slide? Apa itu slide?

Yuk, belajar bareng Bu Mawar.

Kata slide digunakan karena berasal dari cara presentasi zaman dulu, sebelum ada PowerPoint. Dulu orang menggunakan film transparan atau foto khusus yang dimasukkan ke alat proyektor. Gambar atau materi itu digeser (slide = meluncur/geser) satu per satu saat ditampilkan di layar.

Karena setiap gambar atau lembar transparan ditampilkan bergantian dengan cara digeser, istilah slide akhirnya dipakai untuk menyebut satu halaman presentasi.

Mengapa bukan lembar kerja?

Karena lembar kerja sudah punya arti lain di komputer:

  • Di Microsoft Excel, lembar kerja disebut worksheet → tempat mengolah data angka.
  • Di sekolah, lembar kerja sering berarti LKPD/LKS → lembar tugas siswa.
  • PowerPoint fokusnya presentasi, bukan mengolah data atau tugas tertulis.

Jadi istilah slide dipilih karena lebih menggambarkan halaman yang ditampilkan satu per satu saat presentasi berlangsung.

Apa itu Slide?

Slide adalah halaman kerja pada PowerPoint yang digunakan untuk menampilkan isi presentasi. Setiap slide dapat berisi teks, gambar, tabel, video, animasi, atau materi lainnya.

Jika buku memiliki banyak halaman, maka PowerPoint juga memiliki banyak slide. Setiap slide berisi bagian materi yang berbeda.

Fungsi Slide:

  1. Menyusun materi menjadi lebih rapi
    Materi dibagi per halaman agar tidak menumpuk dalam satu tampilan.
  2. Membuat presentasi lebih mudah dipahami
    Informasi ditampilkan sedikit demi sedikit sehingga lebih jelas.
  3. Membantu saat menjelaskan materi
    Presenter dapat menjelaskan materi secara berurutan.
  4. Membuat tampilan lebih menarik
    Slide dapat ditambahkan gambar, warna, animasi, dan video.

Contoh:

  • Slide 1: Judul presentasi
  • Slide 2: Pengertian materi
  • Slide 3: Contoh
  • Slide 4: Kesimpulan

Jadi, slide adalah halaman presentasi yang digunakan untuk menampilkan dan mengatur isi materi agar lebih terstruktur.

Mengenal Menu PowerPoint

 PowerPoint bukan cuma tempat mengetik tulisan di slide. Di dalamnya ada banyak menu rahasia yang bisa membuat presentasi biasa berubah jadi lebih menarik dan tidak membosankan

Yuk, belajar bareng Bu Mawar.

Menu-menu di Microsoft PowerPoint dan Kegunaannya 

1. File
Digunakan untuk mengatur file presentasi.
Contoh: New untuk membuat file baru, Open untuk membuka, Save dan Save As menyimpan, Print untuk mencetak, dan Close untuk menutup PowerPoint.

2. Home (Beranda)
Berisi alat yang paling sering dipakai.


Contoh: menambah slide, mengubah ukuran tulisan, warna teks, menyalin (copy), dan menempel (paste)
3. Insert (Sisipkan)
Digunakan untuk menambahkan sesuatu ke slide.

Contoh: gambar, tabel, bentuk, WordArt, video, atau audio.

4. Design (Desain)
Digunakan untuk mempercantik tampilan presentasi.
Contoh: memilih tema, warna, dan latar belakang slide.

5. Transitions (Transisi)
Digunakan untuk memberi efek perpindahan antar slide.
Contoh: slide muncul dengan efek geser, pudar, atau zoom.

6. Animations (Animasi)
Digunakan untuk memberi gerakan pada objek di slide.
Contoh: tulisan muncul perlahan atau gambar bergerak.

7. Slide Show
Digunakan untuk menjalankan presentasi.
Contoh: menampilkan slide layar penuh saat presentasi.

8. Review (Tinjau)
Digunakan untuk memeriksa isi presentasi.
Contoh: mengecek ejaan atau menambahkan komentar.

9. View (Tampilan)
Digunakan untuk mengatur cara melihat slide saat bekerja.
Contoh: melihat semua slide sekaligus atau memperbesar tampilan.

10. Help (Bantuan) (jika tersedia)
Digunakan untuk mencari bantuan saat mengalami kesulitan menggunakan PowerPoint.




Kenapa Bahasa C Harus Pakai Titik Koma (;)?

 "Kenapa sih setiap bahasa pemrograman punya aturan berbeda? Kenapa bahasa C harus pakai ;, sedangkan Python tidak?"

Jika dipikir-pikir, semuanya sama-sama bahasa untuk komputer. Kenapa tidak dibuat satu aturan saja?

Jawabannya se-simple Bahasa pemrograman tidak jauh berbeda dengan bahasa manusia.

Masih bingung? yuk, kita bahasa bareng Bu Mawar !

Bahasa Pemrograman Punya Tata Bahasa Sendiri

Manusia berkomunikasi menggunakan bahasa yang berbeda di tiap wilayah : Setiap bahasa memiliki aturan masing-masing.

Contohnya:

Bahasa Indonesia:

Saya makan nasi.

Bahasa Inggris:

I eat rice.

Bahasa Arab:

أَنَا آكُلُ الأَرُزَّ

Meskipun artinya sama, susunan dan aturan penulisannya berbeda.

Bahasa pemrograman juga demikian. Setiap bahasa memiliki aturan penulisan yang disebut syntax.

Syntax adalah tata cara menulis kode agar komputer memahami instruksi yang diberikan.

Komputer tidak menebak maksud kita. Ia membaca aturan secara sangat ketat.

Mengapa Bahasa C Menggunakan Titik Koma (;)?

Dalam bahasa C, tanda titik koma (;) digunakan sebagai penanda bahwa sebuah perintah telah selesai.

Contoh:

int umur = 15;
printf("Halo");

Komputer membaca:

  • int umur = 15; → selesai
  • printf("Halo"); → perintah baru

Titik koma berfungsi seperti tanda berhenti.

Bayangkan guru memberi instruksi: Tulis nama. Kerjakan soal. Kumpulkan tugas.

Setiap titik menandakan instruksi baru.

Sekarang bayangkan tanpa pemisah: Tulis nama kerjakan soal kumpulkan tugas

Mulai terasa membingungkan. Komputer juga mengalami hal serupa.

Jika titik koma dihilangkan:

int umur = 15
printf("Halo");

sering muncul pesan:

expected ';'

Artinya: Komputer menunggu tanda bahwa perintah sebelumnya sudah selesai.

Kenapa Python Tidak Wajib Menggunakan ;?

Python memilih cara yang berbeda.

Contoh:

nama = "Umi"
print(nama)

Python menggunakan:

  • pergantian baris
  • indentasi (spasi di awal)

untuk menentukan struktur program.

Ketika pindah baris, Python memahami:

"Instruksi sebelumnya sudah selesai."

Karena itu titik koma biasanya tidak diperlukan.

Jadi Kenapa Aturannya Tidak Disamakan?

Ada beberapa alasan.

1. Dibuat oleh orang yang berbeda

Bahasa pemrograman tidak dibuat oleh satu tim besar yang menyepakati aturan universal.

Contohnya:

  • C dibuat oleh Dennis Ritchie
  • Python dibuat oleh Guido van Rossum
  • Java dibuat oleh James Gosling

Masing-masing memiliki cara berpikir dan tujuan yang berbeda.

2. Setiap bahasa memiliki tujuan berbeda

Bahasa C dibuat untuk dekat dengan mesin dan efisien.

Python dibuat agar mudah dibaca manusia.

Java dibuat agar bisa digunakan di berbagai sistem.

Tujuan berbeda membuat desain bahasanya juga berbeda.

3. Bahasa pemrograman terus berkembang

Bahasa baru sering lahir karena ingin memperbaiki kekurangan bahasa sebelumnya.

Mirip perkembangan alat transportasi:

  • sepeda
  • motor
  • mobil
  • mobil listrik

Semuanya dipakai untuk berpindah tempat, tetapi cara kerjanya berbeda.

Banyak pemula mencoba menghafal aturan:

"Bahasa C harus pakai ;."

Padahal yang lebih penting adalah memahami alasannya.

Saat memahami fungsi titik koma sebagai penanda akhir instruksi, aturan itu tidak lagi terasa sebagai hafalan, tetapi menjadi sesuatu yang logis.

Dalam pemrograman, memahami konsep sering lebih penting daripada sekadar mengingat simbol.

Karena satu karakter kecil seperti ; ternyata bisa menentukan apakah program berjalan atau gagal.

Ketika Program Tidak Error, Belum Tentu Program Benar

 Banyak orang mengira jika program berhasil dikompilasi berarti kodenya sudah benar. Padahal tidak selalu begitu. Ada jenis kesalahan yang tidak menghentikan program, tetapi di logikanya gagal.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Yuk, kita bahas bareng Bu Mawar.

Program bahasa C tidak menampilkan pesan error, berhasil dijalankan, tetapi hasilnya aneh? 

Input yang dimasukkan seperti diabaikan, variabel tidak terisi, atau muncul angka acak. 

Banyak yang mengira komputernya bermasalah (error), padahal penyebabnya bisa sesederhana salah menulis scanf().

Kesalahan kecil ternyata bisa membuat program berjalan dengan hasil yang salah tanpa memberi peringatan apa pun.

Penulisan yang benar :

int angka;

scanf("%d", &angka);

Artinya:

  • %d digunakan untuk membaca bilangan bulat (integer)
  • &angka menunjukkan alamat variabel tempat menyimpan input

Namun bagaimana jika tertukar menjadi: scanf("d%", &angka);

Sekilas terlihat mirip. Hanya posisi % yang berpindah. Banyak pemula mengira ini hal kecil. Padahal dampaknya cukup besar.

Kenapa scanf("d%") Bisa Bermasalah?

scanf() membaca input berdasarkan pola tertentu yang disebut format specifier.

Saat menulis: scanf("%d", &angka);

program memahami:

"Tunggu input angka dari pengguna"

Tetapi ketika ditulis: scanf("d%", &angka);

program justru memahami:

"Tunggu pengguna mengetik karakter d%"

Jadi jika pengguna memasukkan: 25

input tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Akibatnya:

  • scanf() gagal membaca input
  • variabel tidak terisi
  • nilai menjadi acak atau tidak sesuai

Contoh program:

#include <stdio.h>

int main() {

    int angka;

    scanf("d%", &angka);

    printf("%d", angka);

    return 0;}

Input:

25

Output:

  • 0
  • atau angka acak lain.

Hal ini terjadi karena variabel angka sebenarnya tidak pernah menerima data. 

Penggunaan Break dan Default Pada Switch Case

 break digunakan untuk menghentikan proses switch setelah sebuah case dijalankan.

Tanpa break, program akan terus menjalankan case di bawahnya meskipun tidak cocok.

#include <stdio.h>

int main() {

    int angka = 2;

    switch(angka) {

        case 1:

            printf("Satu");

            break;

        case 2:

            printf("Dua");

            break;

        case 3:

            printf("Tiga");

            break;

    }

    return 0;

}

Outputnya Dua, karena :

  • angka = 2
  • Program masuk ke case 2
  • Setelah mencetak "Dua"
  • break menghentikan switch
Kalau tidak ada break program akan lanjut ke bawah.

default digunakan jika tidak ada case yang cocok.

Mirip seperti:

else

pada if else.

#include <stdio.h>

int main() {

    int menu = 5;

    switch(menu) {

        case 1:

            printf("Nasi Goreng");

            break;

        case 2:

            printf("Bakso");

            break;

        case 3:

            printf("Mie Ayam");

            break;

        default:

            printf("Menu tidak tersedia");

    }

    return 0;

}

Outputnya : Menu tidak tersedia

Karena:

  • Tidak ada case 5
  • Maka program menjalankan default

Switch-Case Apakah Bisa Menggantikan IF?

 Kalau if itu seperti berpikir dan membandingkan, maka switch itu seperti memilih tombol. Pertanyaannya: kapan harus berpikir, dan kapan hanya memilih?

1. Pengertian Switch–Case

switch digunakan untuk memilih satu aksi dari banyak pilihan berdasarkan nilai suatu variabel.

Ibaratnya seperti:

“Kalau nilainya ini → lakukan A, kalau itu → lakukan B”

2. Struktur Dasar

switch (variabel) {
case nilai1:
// perintah
break;
case nilai2:
// perintah
break;
default:
// perintah jika tidak ada yang cocok
}

Penjelasan:

  • switch(variabel) → nilai yang akan dicek
  • case → kondisi nilai tertentu
  • break → menghentikan pengecekan (WAJIB agar tidak lanjut ke case berikutnya)
  • default → kondisi cadangan (opsional, tapi disarankan)

3. Contoh 

#include <stdio.h>

int main() {
int hari = 3;

switch (hari) {
case 1:
printf("Senin");
break;
case 2:
printf("Selasa");
break;
case 3:
printf("Rabu");
break;
default:
printf("Hari tidak valid");
}

return 0;
}

Output:

Rabu

4. Kenapa Harus Pakai break?

Tanpa break, program akan terus jalan ke case berikutnya.

Contoh:

case 1:
printf("Senin");
case 2:
printf("Selasa");

Jika nilai = 1 → output:

SeninSelasa

Ini sering jadi sumber bug.

5. Kapan Pakai Switch–Case?

Gunakan switch jika:

  1. Nilai yang dicek satu variabel saja
  2. Perbandingan berupa nilai pasti (==), bukan rentang
  3. Pilihan banyak (lebih dari 3 biasanya)
  4. Ingin kode lebih rapi dan mudah dibaca

Contoh cocok:

  • Menu pilihan (1, 2, 3)
  • Hari (1–7)
  • Kode tertentu (A, B, C)

6. Kapan Pakai If–Else?

Gunakan if jika:

  1. Kondisi lebih kompleks
  2. Menggunakan:
    • >, <, >=, <=
    • &&, ||
  3. Berupa rentang nilai

Contoh:

if (nilai >= 80) {
printf("A");
} else if (nilai >= 70) {
printf("B");
}

Ini tidak bisa pakai switch.

Bilangan Bulat, Ganjil–Genap, dan Modulus (Bahasa C)

 Bilangan bulat, ganjil dan genap sering kita dengar di pelajaran matematika.

Lalu kenapa ketika belajar coding... bilangan bulat, mod, ganjil dan genap menjadi penting?

Yuk, kita bahas!

1. Bilangan Bulat = Data Dasar dalam Program

  • Dalam coding, hampir semua hal melibatkan angka:
  • jumlah siswa
  • skor nilai
  • jumlah perulangan (loop)
  • indeks array

2. Ganjil–Genap = Dasar Pengambilan Keputusan (IF)

  • Coding itu penuh dengan keputusan:
  • tampilkan atau tidak?
  • lanjut atau berhenti?
  • proses atau skip?

3. Modulus membantu program mengambil keputusan dan membuat pola. 

Contohnya :

  • Menentukan ganjil atau genapn % 2
  • Membuat pola berulang (misalnya tiap 2, 3, atau 7 langkah)
  • Mengatur siklus (hari, jam, giliran)

4. Digunakan di Banyak Kasus Nyata

  • Contoh nyata dalam coding:
  • Game → cek giliran pemain
  • Website → validasi input
  • Aplikasi → filter data
  • AI sederhana → klasifikasi awal
Lanjuuut....

1. Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat adalah semua bilangan tanpa pecahan/desimal, terdiri dari:

  • Negatif: -3, -2, -1
  • Nol: 0
  • Positif: 1, 2, 3

Contoh dalam kehidupan:

  • Suhu -5°C → bilangan negatif
  • Tidak ada saldo → 0
  • Umur 15 tahun → bilangan positif

2. Implementasi Bilangan Bulat dalam C

#include <stdio.h>

int main() {
int n;

printf("Masukkan bilangan: ");
scanf("%d", &n);

if (n > 0) {
printf("Bilangan Bulat Positif");
}

return 0;
}

Penjelasan:

  • int → tipe data bilangan bulat
  • scanf → input dari pengguna
  • if (n > 0) → cek apakah positif

3. Konsep Ganjil dan Genap

Definisi:

  • Genap → habis dibagi 2
  • Ganjil → tidak habis dibagi 2

Contoh:

  • 4 → genap
  • 7 → ganjil

4. Program Ganjil Genap (C)

#include <stdio.h>

int main() {
int n;

printf("Masukkan bilangan: ");
scanf("%d", &n);

if (n % 2 == 0) {
printf("Bilangan Genap");
} else {
printf("Bilangan Ganjil");
}

return 0;
}

Penjelasan:

  • % → operator modulus (sisa bagi)
  • n % 2 == 0 → tidak ada sisa → genap

5. Konsep Modulus (%)

Definisi:

Modulus adalah sisa hasil pembagian

Contoh:

OperasiHasil
5 % 21
8 % 20
7 % 31

6. Program Modulus Sederhana

#include <stdio.h>

int main() {
int a, b;

printf("Masukkan dua bilangan: ");
scanf("%d %d", &a, &b);

printf("Sisa pembagian: %d", a % b);

return 0;
}
KonsepFungsi
Bilangan bulat    Dasar data
Modulus (%)    Menghitung sisa
Ganjil/Genap    Penerapan modulus

Kesimpulannya apa... kakak-kakak?

Tanpa memahami modulus, sulit memahami ganjil-genap