Kalau if itu seperti berpikir dan membandingkan, maka switch itu seperti memilih tombol. Pertanyaannya: kapan harus berpikir, dan kapan hanya memilih?
1. Pengertian Switch–Case
switch digunakan untuk memilih satu aksi dari banyak pilihan berdasarkan nilai suatu variabel.
Ibaratnya seperti:
“Kalau nilainya ini → lakukan A, kalau itu → lakukan B”
2. Struktur Dasar
switch (variabel) {
case nilai1:
// perintah
break;
case nilai2:
// perintah
break;
default:
// perintah jika tidak ada yang cocok
}
Penjelasan:
-
switch(variabel)→ nilai yang akan dicek -
case→ kondisi nilai tertentu -
break→ menghentikan pengecekan (WAJIB agar tidak lanjut ke case berikutnya) -
default→ kondisi cadangan (opsional, tapi disarankan)
3. Contoh
#include <stdio.h>
int main() {
int hari = 3;
switch (hari) {
case 1:
printf("Senin");
break;
case 2:
printf("Selasa");
break;
case 3:
printf("Rabu");
break;
default:
printf("Hari tidak valid");
}
return 0;
}
Output:
Rabu
4. Kenapa Harus Pakai break?
Tanpa break, program akan terus jalan ke case berikutnya.
Contoh:
case 1:
printf("Senin");
case 2:
printf("Selasa");
Jika nilai = 1 → output:
SeninSelasa
Ini sering jadi sumber bug.
5. Kapan Pakai Switch–Case?
Gunakan switch jika:
- Nilai yang dicek satu variabel saja
- Perbandingan berupa nilai pasti (==), bukan rentang
- Pilihan banyak (lebih dari 3 biasanya)
- Ingin kode lebih rapi dan mudah dibaca
Contoh cocok:
- Menu pilihan (1, 2, 3)
- Hari (1–7)
- Kode tertentu (A, B, C)
6. Kapan Pakai If–Else?
Gunakan if jika:
- Kondisi lebih kompleks
-
Menggunakan:
-
>,<,>=,<= -
&&,||
-
- Berupa rentang nilai
Contoh:
if (nilai >= 80) {
printf("A");
} else if (nilai >= 70) {
printf("B");
}
Ini tidak bisa pakai switch.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar