Pernahkah kamu melihat tulisan aneh seperti “Lorem ipsum dolor sit amet” dan bertanya, kenapa hampir semua desain pakai itu?
“Lorem ipsum dolor sit amet…”—bukan mantra Latin, tapi kalimat paling terkenal di dunia desain!
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Halo, calon ahli digital masa depan!
Yuk, belajar bareng Bu Mawar—karena dari satu klik, bisa lahir sejuta ide dan manfaat.
Sebelum desainmu tampil kece, pasti ada ‘Lorem Ipsum’ di balik layar. Tapi, apakah kamu tahu artinya?
Teks ini bukan asal ketikan. Ada alasan kenapa “Lorem Ipsum” dipilih sebagai pengisi desain di seluruh dunia.
Kalimat “Lorem ipsum dolor sit amet…” bukan bahasa Latin yang utuh, tapi potongan dari karya filsafat Latin kuno berjudul De Finibus Bonorum et Malorum (“Tentang Ujung Kebaikan dan Kejahatan”) karya Marcus Tullius Cicero, ditulis sekitar 45 SM.
Kalimat aslinya dalam karya Cicero berbunyi:
“Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit...”
Artinya dalam bahasa Indonesia:
“Tidak ada seorang pun yang mencintai rasa sakit itu sendiri, yang mencarinya hanya karena itu adalah rasa sakit…”
Cicero menulis ini dalam konteks membantah pandangan hedonisme, yaitu pandangan yang menganggap bahwa kesenangan adalah tujuan utama hidup.
Ia mengatakan:
- Tidak ada orang waras yang mencintai penderitaan demi penderitaan.
- Orang hanya bersedia menanggung penderitaan demi kebaikan atau manfaat di baliknya (misalnya, berlatih keras untuk menjadi kuat, atau bersabar demi pahala).
Berikut bagian utuh dari Cicero (Latin asli):
“Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem.”
Terjemahannya :
“Tidak ada seorang pun yang mencintai rasa sakit itu sendiri, yang mencarinya hanya karena itu adalah rasa sakit, tetapi karena kadang-kadang keadaan terjadi di mana melalui kerja keras dan penderitaan seseorang dapat memperoleh kebahagiaan yang besar.”
Jadi kalimat ini berbicara tentang hikmah di balik rasa sakit — bahwa rasa sakit bukan tujuan, tapi bisa jadi jalan menuju kebaikan.
Teks “Lorem ipsum dolor sit amet…” adalah hasil pemotongan dan pengacakan dari bagian “dolorem ipsum quia dolor sit amet”.
- Kata “Lorem” berasal dari potongan kata “dolorem” (yang berarti rasa sakit atau penderitaan).
- “Ipsum” berarti itu sendiri atau sendiri.
- “Dolor” berarti rasa sakit.
- “Sit amet” berarti adalah dicintai / adalah untuk (tergantung konteks gramatikal).
Secara literal, “Lorem ipsum dolor sit amet” bisa diuraikan menjadi kira-kira:
“Rasa sakit itu sendiri adalah sesuatu yang dicintai”
Namun urutannya kacau dan tidak bermakna utuh dalam tata bahasa Latin.
Teks ini mulai digunakan oleh percetakan abad ke-16 (kemudian oleh perusahaan typesetting seperti Lorem Ipsum Co. di abad ke-20) sebagai teks dummy untuk:
- Menunjukkan tata letak tanpa gangguan makna.
- Mengisi ruang sementara dalam desain atau percetakan sebelum teks asli dimasukkan.
Kalimat yang sering dianggap “omong kosong” dalam dunia desain ternyata berasal dari refleksi moral yang sangat dalam:
Penderitaan bukan untuk dicintai, tetapi bisa membawa kebaikan jika dijalani dengan tujuan yang benar.
Kalimat ini sejalan dengan pandangan Islam:
“Fa inna ma’al ‘usri yusra” — “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar