Ahlan wa sahlan !

Ahlan wa sahlan...
TIKmawar adalah blog TIK untuk guru dan siswa yang ingin memahami teknologi secara logis, praktis, dan menyenangkan. Bareng Bu Mawar, kita akan belajar TIK tidak hanya klik-klik, tetapi juga memahami maksudnya .

PEP 20 pada Phyton

 

Mengapa Ada PEP 20 (Zen of Python)?

PEP 20 dibuat karena Python tidak hanya ingin menjadi bahasa pemrograman yang bisa dijalankan, tetapi juga mudah dibaca, mudah dipahami, dan nyaman digunakan bersama-sama.

Berikut alasan utama mengapa PEP 20 diperlukan:

  1. Agar Semua Programmer Python Punya Pola Pikir yang Sama
    Python digunakan oleh banyak orang dari berbagai latar belakang. PEP 20 berfungsi sebagai pegangan bersama agar cara berpikir dan menulis kode tetap sejalan.

  2. Mencegah Kode yang Rumit dan Sulit Dipahami
    Tanpa panduan, orang cenderung menulis kode sesuka hati. PEP 20 mengingatkan agar kode dibuat sederhana, jelas, dan tidak berlebihan.

  3. Menjaga Keterbacaan Kode
    Dalam praktiknya, kode lebih sering dibaca daripada ditulis. PEP 20 menekankan bahwa keterbacaan kode adalah hal yang sangat penting.

  4. Membantu Pengambilan Keputusan dalam Pengembangan Python
    Saat pengembang Python harus memilih fitur atau cara tertentu, PEP 20 dijadikan dasar pertimbangan: apakah sesuai dengan filosofi Python atau tidak.

  5. Mendidik Programmer, Bukan Sekadar Mengajari Sintaks
    PEP 20 tidak mengatur teknis kode, tetapi membentuk sikap dan adab dalam menulis program.

  6. Menjaga Python Tetap Konsisten dan Tahan Lama
    Dengan filosofi yang jelas, Python bisa berkembang tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bahasa yang sederhana dan manusiawi

Berikut penjelasan Zen of Python :

  1. Beautiful is better than ugly
    Kode yang rapi dan enak dibaca lebih baik daripada kode yang berantakan.

  2. Explicit is better than implicit
    Lebih baik menulis kode yang jelas daripada kode yang membuat orang menebak maksudnya.

  3. Simple is better than complex
    Solusi sederhana lebih baik daripada solusi yang terlalu rumit.

  4. Complex is better than complicated
    Jika memang harus kompleks, buat tetap terstruktur dan tidak membingungkan.

  5. Flat is better than nested
    Struktur kode yang datar lebih baik daripada terlalu banyak percabangan bertingkat.

  6. Sparse is better than dense
    Kode yang rapi dan tidak terlalu padat lebih mudah dibaca.

  7. Readability counts
    Keterbacaan kode itu penting karena kode lebih sering dibaca manusia.

  8. Special cases aren't special enough to break the rules
    Kasus khusus tidak boleh melanggar aturan umum yang sudah ada.

  9. Although practicality beats purity
    Walaupun aturan penting, solusi yang praktis lebih diutamakan.

  10. Errors should never pass silently
    Kesalahan harus ditampilkan, jangan dibiarkan tanpa pesan.

  11. Unless explicitly silenced
    Kecuali jika kesalahan tersebut memang sengaja ditangani.

  12. In the face of ambiguity, refuse the temptation to guess
    Jika ada keraguan, jangan menebak-nebak. Buat kode yang jelas.

  13. There should be one—and preferably only one—obvious way to do it
    Idealnya hanya ada satu cara yang paling jelas untuk menyelesaikan masalah.

  14. Although that way may not be obvious at first unless you're Dutch
    Cara tersebut mungkin tidak langsung terlihat bagi pemula (ini candaan dari pembuat Python).

  15. Now is better than never
    Lebih baik dikerjakan sekarang daripada tidak sama sekali.

  16. Although never is often better than right now
    Namun jangan tergesa-gesa jika belum siap.

  17. If the implementation is hard to explain, it's a bad idea
    Jika solusi sulit dijelaskan, kemungkinan idenya kurang baik.

  18. If the implementation is easy to explain, it may be a good idea
    Jika mudah dijelaskan, biasanya solusi tersebut baik.

  19. Namespaces are one honking great idea — let's do more of those!
    Pengelompokan nama (namespace) sangat penting agar kode rapi dan tidak bentrok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar